<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Meimantelaumbanua&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://meimantelaumbanua.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://meimantelaumbanua.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2009 14:07:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='meimantelaumbanua.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6953569488fa64905e2e5d7c20b4b335?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Meimantelaumbanua&#039;s Blog</title>
		<link>http://meimantelaumbanua.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://meimantelaumbanua.wordpress.com/osd.xml" title="Meimantelaumbanua&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://meimantelaumbanua.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KIAT UNTUK SALING MEMAHAMI</title>
		<link>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/kiat-untuk-saling-memahami/</link>
		<comments>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/kiat-untuk-saling-memahami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 14:07:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meimantelaumbanua</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Lain-Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meimantelaumbanua.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kunci keberhasilan sebuah hubungan, yaitu kemampuan untuk saling memahami satu sama lain. Namun kenyataannya, sulit untuk bisa memahami pemikiran pasangan yang memiliki pendapat dan selera yang berbeda. Jangan patah semangat dulu&#8230;! Klo kamu penasaran dan pengen tau gimana caranya menyelami hati pasangan dan tertarik untuk memiliki hubungan yang langgeng, coba intip beberapa tips [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=191&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kunci keberhasilan sebuah hubungan, yaitu kemampuan untuk saling memahami satu sama lain.</p>
<p>Namun kenyataannya, sulit untuk bisa memahami pemikiran pasangan yang memiliki pendapat dan selera yang berbeda.</p>
<p>Jangan patah semangat dulu&#8230;! Klo kamu penasaran dan pengen tau gimana caranya menyelami hati pasangan dan tertarik untuk memiliki hubungan yang langgeng, coba intip beberapa tips berikut ini :</p>
<p>Cobalah untuk mengalah</p>
<p>&#8220;Dia bukanlah masalahnya, sayalah masalahnya&#8221;. Semakin cepat kamu mengucapkan kalimat ini, semakin cepat pula miskomunikasi terselesaikan. Karena sikap egois dan mau menang sendiri cenderung memicu pertengkaran yang lebih hebat.</p>
<p>Jadilah pendengar yang baik</p>
<p>Pasangan pasti akan lebih mudah diajak kompromi karena merasa telah diperhatikan. Mendengarkan bukan cuma menguntungkan dalam berhubungan asmara, tapi juga dalam setiap aspek kehidupan.</p>
<p>Perhatikan ekspresi wajahnya</p>
<p>Dengan begitu, kamu bisa tahu bagaimana perasaannya saat itu. Terutama bagi wanita, perasaan biasanya lebih penting ketimbang isi pembicaraan&#8211;meski mereka sering tak mau mengakuinya.</p>
<p>Hindari memberikan kritik tajam</p>
<p>Lakukan dengan cara yang lebih diplomatis. Ada banyak cara menyampaikan kritik membangun dan positif. Jangan sampai melukai hatinya, dan membuat jalan semakin buntu.</p>
<p>Diam itu emas</p>
<p>Pada suatu hubungan, kita tidak harus selalu menjawab setiap pertanyaan. Dengan hanya menyediakan &#8216;telinga&#8217; untuk mendengar mampu melunakkan hati pasangan. Atau cobalah untuk menanggapi semua ocehannya dengan senyum simpatik dan pelukan hangat.</p>
<p>SeLaMaT MeNcObA&#8230;..!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meimantelaumbanua.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meimantelaumbanua.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meimantelaumbanua.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meimantelaumbanua.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=191&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/kiat-untuk-saling-memahami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a436a25202e00be9751bd655e87c02a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Meiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tetapkan Tujuan Hidup Anda</title>
		<link>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/tetapkan-tujuan-hidup-anda/</link>
		<comments>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/tetapkan-tujuan-hidup-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 13:59:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meimantelaumbanua</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Lain-Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meimantelaumbanua.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Without goals, and plans to reach them, you are like a ship that sail with no destination&#8221; &#8211; (Fritzhugh Dodson) Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya tujuan dalam hidupnya. Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup adalah apa yang kemudian dilakukannya. Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=188&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Without goals, and plans to reach them, you are<br />
like a ship that sail with no destination&#8221; &#8211;<br />
(Fritzhugh Dodson)</p>
<p>Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya<br />
tujuan dalam hidupnya.</p>
<p>Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu<br />
arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup<br />
adalah apa yang kemudian dilakukannya.</p>
<p>Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih<br />
nasib tak berpihak padanya.</p>
<p>Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan<br />
hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang.</p>
<p>Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan<br />
dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu<br />
adanya perubahan tersebut&#8230; hingga akhirnya tujuan<br />
hidupnya tidak tercapai!</p>
<p>Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah<br />
tujuan hidup beberapa kali. Hal yg terpenting adalah<br />
setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin<br />
dicapai.</p>
<p>Setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan<br />
strategi apa yang harus diambil.</p>
<p>4 Cara Yang Bisa kita Pakai Untuk Menetapkan<br />
Tujuan Hidup:</p>
<p>1. Apa sebenarnya keinginan Anda?</p>
<p>Tanyakan pada hati nurani, apa sebenarnya<br />
keinginan Anda untuk beberapa tahun ke depan?</p>
<p>Tidak ada salahnya Anda bermimpi. Anda<br />
tidak perlu malu mengakuinya, lagipula, tokh tidak<br />
ada biaya yang harus Anda keluarkan untuk<br />
sekedar bermimpi. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>2. Kumpulkan informasi.</p>
<p>Dengan mengumpulkan informasi, Anda<br />
bisa lebih mudah mencapai tujuan yang diinginkan.</p>
<p>Jika ada orang lain yang sudah berhasil melakukan<br />
yang Anda inginkan, belajarlah dari mereka.<br />
Lakukan apa yang mereka kerjakan!</p>
<p>3. Jangan diam.</p>
<p>Lakukan sesuatu dan secara terus menerus yang akan<br />
membawa Anda pada impian hidup yang diinginkan!</p>
<p>4. Tingkatkan kemampuan</p>
<p>Jika ada cara yang Anda lakukan terbukti efektif<br />
dan mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai,<br />
maka alangkah baiknya jika Anda berusaha untuk<br />
meningkatkan kemampuan dan menambah kecepatan<br />
kinerja agar tujuan hidup Anda lebih cepat tercapai.</p>
<p>Jika keempat hal di atas Anda lakukan secara terus<br />
menerus tanpa lelah dan bosan, Yakinlah Anda<br />
akan mendapatkan tujuan hidup yang diinginkan.</p>
<p>Anda ibaratnya adalah seorang &#8216;pemahat&#8217; atas<br />
gambaran kehidupan Anda sendiri. Dan seorang<br />
pemahat yang baik akan selalu memiliki &#8216;planning&#8217;<br />
terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang<br />
terbaik.</p>
<p>Dalam hal ini, Anda pun hanya bisa sebesar dan<br />
sebahagia sebagaimana tujuan yang telah Anda<br />
tentukan. Oleh sebab itu, pahatlah diri Anda<br />
dengan sebaik-baiknya! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ditulis oleh: Anne Ahira</p>
<div id="attachment_189" class="wp-caption alignleft" style="width: 318px"><img class="size-full wp-image-189" title="Meiman" src="http://meimantelaumbanua.files.wordpress.com/2009/11/dsc00002a.jpg?w=468" alt="Meiman"   /><p class="wp-caption-text">Meiman</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meimantelaumbanua.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meimantelaumbanua.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meimantelaumbanua.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meimantelaumbanua.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=188&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/tetapkan-tujuan-hidup-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a436a25202e00be9751bd655e87c02a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Meiman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://meimantelaumbanua.files.wordpress.com/2009/11/dsc00002a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Meiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kuasai Kecerdasan Emosi Anda</title>
		<link>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/kuasai-kecerdasan-emosi-anda/</link>
		<comments>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/kuasai-kecerdasan-emosi-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 13:13:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meimantelaumbanua</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Lain-Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meimantelaumbanua.wordpress.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Siapapun bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yg baik, bukanlah hal mudah.&#8221; &#8211; Aristoteles, The Nicomachean Ethics. Mampu menguasai emosi, seringkali orang menganggap remeh pada masalah ini. Padahal, kecerdasan otak saja tidak cukup menghantarkan seseorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=186&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Siapapun bisa marah. Marah itu mudah.<br />
Tetapi, marah pada orang yang tepat,<br />
dengan kadar yang sesuai, pada waktu<br />
yang tepat, demi tujuan yang benar, dan<br />
dengan cara yg baik, bukanlah hal mudah.&#8221;<br />
&#8211; Aristoteles, The Nicomachean Ethics.</p>
<p>Mampu menguasai emosi, seringkali orang<br />
menganggap remeh pada masalah ini.<br />
Padahal, kecerdasan otak saja tidak<br />
cukup menghantarkan seseorang mencapai<br />
kesuksesan.</p>
<p>Justru, pengendalian emosi yang baik<br />
menjadi faktor penting penentu<br />
kesuksesan hidup seseorang.</p>
<p>Kecerdasan emosi adalah sebuah gambaran<br />
mental dari seseorang yang cerdas dalam<br />
menganalisa, merencanakan dan<br />
menyelesaikan masalah, mulai dari yang<br />
ringan hingga kompleks.</p>
<p>Dengan kecerdasan ini, seseorang bisa<br />
memahami, mengenal, dan memilih<br />
kualitas mereka sebagai insan manusia.<br />
Orang yang memiliki kecerdasan emosi<br />
bisa memahami orang lain dengan baik<br />
dan membuat keputusan dengan bijak.</p>
<p>Lebih dari itu, kecerdasan ini terkait<br />
erat dengan bagaimana seseorang dapat<br />
mengaplikasikan apa yang ia pelajari<br />
tentang kebahagiaan, mencintai dan<br />
berinteraksi dengan sesamanya.</p>
<p>Ia pun tahu tujuan hidupnya, dan akan<br />
bertanggung jawab dalam segala hal yang<br />
terjadi dalam hidupnya sebagai bukti<br />
tingginya kecerdasan emosi yang<br />
dimilikinya.</p>
<p>Kecerdasan emosi lebih terfokus pada<br />
pencapaian kesuksesan hidup yang<br />
*tidak tampak*.</p>
<p>Kesuksesan bisa tercapai ketika<br />
seseorang bisa membuat kesepakatan<br />
dengan melibatkan emosi, perasaan dan<br />
interaksi dengan sesamanya.</p>
<p>Terbukti, pencapaian kesuksesan secara<br />
materi tidak menjamin kepuasan hati<br />
seseorang.</p>
<p>Di tahun 1990, Kecerdasan Emosi (yang<br />
juga dikenal dengan sebutan &#8220;EQ&#8221;),<br />
dikenalkan melalui pasar dunia.</p>
<p>Dinyatakan bahwa kemampuan seseorang<br />
untuk mengatasi dan menggunakan emosi<br />
secara tepat dalam setiap bentuk<br />
interaksi lebih dibutuhkan daripada<br />
kecerdasan otak (IQ) seseorang.</p>
<p>Sekarang, mari kita lihat, bagaimana<br />
emosi bisa mengubah segala keterbatasan<br />
menjadi hal yang luar biasa&#8230;.</p>
<p>Seorang miliuner kaya di Amerika<br />
Serikat, Donald Trump, adalah contoh<br />
apik dalam hal ini. Di tahun 1980<br />
hingga 1990, Trump dikenal sebagai<br />
pengusaha real estate yang cukup<br />
sukses, dengan kekayaan pribadi yang<br />
diperkirakan sebesar satu miliar US<br />
dollar.</p>
<p>Dua buku berhasil ditulis pada puncak<br />
karirnya, yaitu &#8220;The Art of The Deal<br />
dan Surviving at the Top&#8221;. Namun jalan<br />
yang dilalui Trump tidak selalu<br />
mulus.</p>
<p>Anda ingat depresi yang melanda dunia<br />
di akhir tahun 1990? Pada saat itu<br />
harga saham properti pun ikut anjlok<br />
dengan drastis. Hingga dalam waktu<br />
semalam, kehidupan Trump menjadi sangat<br />
berkebalikan.</p>
<p>Trump yang sangat tergantung pada<br />
bisnis propertinya ini harus menanggung<br />
hutang sebesar 900 juta US Dollar!<br />
Bahkan Bank Dunia sudah memprediksi<br />
kebangkrutannya.</p>
<p>Beberapa temannya yang mengalami nasib<br />
serupa berpikir bahwa inilah akhir<br />
kehidupan mereka, hingga benar-benar<br />
mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh<br />
diri.</p>
<p>Di sini kecerdasan emosi Trump<br />
benar-benar diuji. Bagaimana tidak,<br />
ketika ia mengharap simpati dari mantan<br />
istrinya, ia justru diminta memberikan<br />
semua harta yang tersisa sebagai ganti<br />
rugi perceraian mereka.</p>
<p>Orang-orang yang dianggap sebagai teman<br />
dekatnya pun pergi meninggalkannya<br />
begitu saja. Alasan yang sangat<br />
mendukung bagi Trump untuk putus asa<br />
dan menyerah pada hidup. Namun itu<br />
tidak dilakukannya.</p>
<p>Trump justru memandang bahwa ini<br />
kesempatan untuk bekerja dan mengubah<br />
keadaan. Meski secara finansial ia<br />
telah kehilangan segalanya, namun ada<br />
&#8220;intangible asset&#8221; yang tetap<br />
dimilikinya.</p>
<p>Ya, Trump memiliki pengalaman dan<br />
pemahaman bisnis yang kuat, yang jauh<br />
lebih berharga dari semua hartanya yang<br />
pernah ada!</p>
<p>Apa yang terjadi selanjutnya?</p>
<p>Fantastis, enam bulan kemudian Trump<br />
sudah berhasil membuat kesepakatan<br />
terbesar dalam sejarah bisnisnya.</p>
<p>Tiga tahun berikutnya, Trump mampu<br />
mendapat keuntungan sebesar US$3<br />
Milliar. Ia pun berhasil menulis<br />
kembali buku terbarunya yang diberi<br />
judul &#8220;The Art of The Comeback&#8221;.</p>
<p>Dalam bukunya ini Trump bercerita<br />
bagaimana kebangkrutan yang menimpanya<br />
justru menjadikannya lebih bijaksana,<br />
kuat dan fokus daripada sebelumnya.</p>
<p>Bahkan ia berpikir, jika saja musibah<br />
itu tidak terjadi, maka ia tidak akan<br />
pernah tahu teman sejatinya dan tidak<br />
akan menjadikannya lebih kaya dari yang<br />
sebelumnya. Luar biasa bukan? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kecerdasan Emosi memberikan seseorang<br />
keteguhan untuk bangkit dari kegagalan,<br />
juga mendatangkan kekuatan pada<br />
seseorang untuk berani menghadapi<br />
ketakutan.</p>
<p>Tidak sama halnya seperti kecerdasan<br />
otak atau IQ, kecerdasan emosi hadir<br />
pada setiap org &amp; bisa dikembangkan.</p>
<p>Berikut beberapa tips bagaimana cara<br />
mengasah kecerdasan emosi:</p>
<p>1. Selalu hidup dengan keberanian.</p>
<p>Latihan dan berani mencoba hal-hal baru<br />
akan memberikan beragam pengalaman dan<br />
membuka pikiran dengan berbagai<br />
kemungkinan lain dalam hidup.</p>
<p>2. Selalu bertanggung jawab dalam<br />
segala hal.</p>
<p>Ini akan menjadi jalan untuk bisa<br />
mendapatkan kepercayaan orang lain dan<br />
mengendalikan kita untuk tidak mudah<br />
menyerah. &#8220;being accountable is being<br />
dependable&#8221;</p>
<p>3. Berani keluar dari zona nyaman.</p>
<p>Mencoba keluar dari zona nyaman akan<br />
membuat kita bisa mengeksplorasi banyak<br />
hal.</p>
<p>4. Mengenali rasa takut dan mencoba<br />
untuk menghadapinya.</p>
<p>Melakukan hal ini akan membangun rasa<br />
percaya diri dan dapat menjadi jaminan<br />
bahwa segala sesuatu pasti ada<br />
solusinya.</p>
<p>5. Bersikap rendah hati.</p>
<p>Mau mengakui kesalahan dalam hidup<br />
justru dapat meningkatkan harga diri<br />
kita.</p>
<p>So, kuasailah kecerdasan emsi Anda!</p>
<p>Karena mengendalikan emosi merupakan<br />
salah satu faktor penting yang bisa<br />
mengendalikan Anda menuju sukses dan<br />
juga menikmati warna-warni kehidupan. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ditulis: Anne Ahira</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meimantelaumbanua.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meimantelaumbanua.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meimantelaumbanua.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meimantelaumbanua.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=186&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/kuasai-kecerdasan-emosi-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a436a25202e00be9751bd655e87c02a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Meiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memaknai Teologi Pembebasan Dalam Pekerjaan Sosial</title>
		<link>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/memaknai-teologi-pembebasan-dalam-pekerjaan-sosial/</link>
		<comments>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/memaknai-teologi-pembebasan-dalam-pekerjaan-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 13:06:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meimantelaumbanua</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meimantelaumbanua.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Kesibukan sebagai seorang pekerja sosial dalam menghasilkan karya-karya sosial yang nyata di tengah masyarakat pasti menguras banyak tenaga dan pikiran. Namun demikian, semangat kita untuk terus terlibat dalam pekerjaan itu tidak pernah surut atau padam. Kita terus berjuang untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Untuk memacu semangat dan keyakinan dalam pekerjaan sosial tersebut kita membutuhkan sumber-sumber [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=184&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:small;">Kesibukan sebagai seorang pekerja sosial dalam menghasilkan karya-karya sosial yang nyata di tengah masyarakat pasti menguras banyak tenaga dan pikiran. Namun demikian, semangat kita untuk terus terlibat dalam pekerjaan itu tidak pernah surut atau padam. Kita terus berjuang untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Untuk memacu semangat dan keyakinan dalam pekerjaan sosial tersebut kita membutuhkan sumber-sumber inspirasi yang menolong kita untuk berefleksi dan memberikan perspektif yang relevan bagi pekerjaan sosial yang kita geluti.</p>
<p>Dalam kaitan itulah, teologi pembebasan sangat relevan untuk dijadikan salah satu referensi. Teologi pembebasan memiliki kaitan yang sangat erat dengan upaya-upaya transformasi sosial yang digeluti dalam pekerjaan sosial. Penulis melihat bahwa perspektif teologi pembebasan mampu menginspirasi perjuangan bersama dalam melakukan perubahan di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Teologi pembebasan mampu memberikan keyakinan yang kokoh atau memperkuat optimisme untuk melakukan perubahan masyarakat karena teologi pembebasan merupakan sebuah teologi yang lahir dari pergulatan sosial dan teologis. Teologi pembebasan muncul dari kesadaran bahwa pergulatan-pergulatan sosial tidak dapat dipisahkan dari pergulatan teologis, dan begitu pun sebaliknya pergulatan teologis berkaitan erat dengan pergulatan sosial. Dengan demikian, teologi pembebasan mencoba menghubungkan antara realitas iman dan realitas sosial.<br />
Teologi pembebasan berkembang di pertengahan abad ke-20 terutama di negara-negara dunia ketiga. Pada tahun 1950-an dan 1960-an negara-negara yang berada di dunia ketiga sebagian besar masih baru merdeka dari kolonialisme sehingga semangat nasionalisme sangat kuat. Akan tetapi pengaruh kekuatan luar selalu mendominasi kehidupan sosial, politik, dan ekonomi yang menimbulkan ketertindasan dan kemiskinan terutama di masyarakat Amerika Latin. Kemiskinan di Amerika Latin disebabkan ketergantungan pada negara luar atau negara-negara kaya yang menerapan sistem kapitalis. Perkembangan perdagangan dunia menciptakan hubungan ketergantungan dan dominasi antarbangsa. Kaum kapitalis menguasai ekonomi Amerika Latin, modal-modal asing ditanam di Amerika Latin untuk mendirikan berbagai macam industri, yang menguntungkan kaum kapitalis, sehingga negara-negara Amerika Latin semakin terikat pada kapitalisme internasional. Kaum kapitalis luar negeri menjalin hubungan yang erat dengan kaum kapitalis dalam negeri yang menguasai dunia ekonomi Amerika Latin. Kenyataan tersebut menyebabkan munculnya pertentangan kelas dan pertentangan kepentingan antar kelompok di Amerika Latin. Secara politik, hal ini diperparah dengan berkuasanya pemerintahan dikatator di negara-negara Amerika Latin yang sering menggunakan kekuatan militer. Pemerintahan yang dikatator tersebut lebih berpihak dan mendukung kepentingan kaum kapitalis sehingga rakyat semakin menderita, miskin dan tertindas.</p>
<p>Untuk mengatasi situasi tersebut gereja di Amerika Latin mengembangkan teologi pembebasan sebagai sebuah jawaban terhadap realitas sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang tidak adil. Gustavo Guttierez adalah seorang teolog yang terkenal dalam memberikan perspektif baru dalam hal gereja menghadapi persoalan-persoalan sosial. Pembebasan menjadi kata kunci yang mendorong semangat sekaligus aksi menghadapi situasi penindasan. Guttierez mengkritik tindakan gereja di Amerika Latin yang berhubungan dan bersahabat dengan mereka yang mengendalikan ekonomi dan politik. Persahabatan gereja dengan kaum penguasa dan pengendali politik diberi dalih sebagai pewartaan Injil, namun melegitimasi pemerintah yang korup dan menindas. Guttierez menyerukan perubahan agar gereja sungguh-sungguh terlibat dalam pergulatan-pergulatan sosial dan politik dengan keberpihakan kepada yang miskin dan tertindas. Dalam hal inilah, gereja menunjukkan solidaritasnya kepada penderitaan manusia.</p>
<p>Dari sinilah titik temu antara persoalan sosial dan persoalan teologis. Guttierez melihat bawah orang kristen yang melibatkan diri dalam usaha pembebasan telah yaitu bahwa keterlibatannya merupakan tuntutan iman. Menurut Guttierrez teologi pembebasan adalah refleksi kritis dalam terang sabda Allah atas praksis hidup orang kristen, yang melibatkan diri dalam usaha pembebasan. Guttierrez mengembangkan teologi menawarkan paradigma dan cara bertindak yang membebaskan manusia, atau disebut praksis, dari segala macam kedosaan dengan segala akibatnya yang merambah sistem dan relung-relung kehidupan dengan segala dimensinya.</p>
<p>Menurut teologi pembebasan, selain dosa pribadi terdapat dosa sosial yang sudah membentuk struktur sehigga pribadi-pribadi di dalamnya sulit untuk terbebas darinya. Dosa-dosa berlembaga dan berbentuk sistem inilah yang dipahami oleh masyarakat Amerika Latin dan juga belahan dunia ketiga lainnya, yang menindas, mempermiskin, memperbodoh, dan mengintimidasi, serta membunuh dengan kekerasan yang spiral semakin meningkat jelajah dan intensitasnya. Pada zaman ini, kedosaan struktural itu mengambil bentuk globalisasi ekonomi dan politik-ideologi yang tidak terkendali oleh segi-segi manusiawi yang ada pada globalisasi ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya.</p>
<p>Dari sinilah titik temu antara persoalan sosial dan persoalan teologis. Guttierez melihat bawah orang kristen yang melibatkan diri dalam usaha pembebasan telah yaitu bahwa keterlibatannya merupakan tuntutan iman. Menurut Guttierrez teologi pembebasan adalah refleksi kritis dalam terang sabda Allah atas praksis hidup orang kristen, yang melibatkan diri dalam usaha pembebasan. Guttierrez mengembangkan teologi menawarkan paradigma dan cara bertindak yang membebaskan manusia, atau disebut praksis, dari segala macam kedosaan dengan segala akibatnya yang merambah sistem dan relung-relung kehidupan dengan segala dimensinya.</p>
<p>Menurut teologi pembebasan, selain dosa pribadi terdapat dosa sosial yang sudah membentuk struktur sehigga pribadi-pribadi di dalamnya sulit untuk terbebas darinya. Dosa-dosa berlembaga dan berbentuk sistem inilah yang dipahami oleh masyarakat Amerika Latin dan juga belahan situasi penindasan. dunia ketiga lainnya, yang menindas, mempermiskin, memperbodoh,dan mengintimidasi, serta membunuh dengan kekerasan yang spiral semakin meningkat jelajah dan intensitasnya. Pada zaman ini, kedosaan struktural itu mengambil bentuk globalisasi ekonomi dan politik-ideologi yang tidak terkendali oleh segi-segi manusiawi yang ada pada globalisasi ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya.</p>
<p>Teologi pembebasan dikembangkan dalam merespons realitas ketidakadilan (injustice) terhadap orang miskin. Teologi pembebasan mampu melihat dimensi-dimensi sosial politik yang menimbulkan ketidakadilan dan mempersiapkan strategi untuk menghadapinya. Teologi pembebasan menekankan &#8220;praksis kepada yang miskin&#8221;. Praksis adalah komitmen terhadap perubahan yang didasarkan pada refleksi dan penekanan pada peran orang miskin dan tertindas dalam proses. Dengan demikian pemberdayaan adalah tema pokok dalam praksis.</p>
<p>Pengakuan terhadap kapasitas orang miskin untuk terlibat dalam proses perubahan menjadi inti teologi pembebasan. Strategi teologi pembebasan dilakukan dengan melibatkan orang-orang tertindas untuk ikut serta dan memahami secara bersama-sama situasi yang sedang mereka hadapi melalui proses penyadaran, menemukan sebab penindasan, mengorganisasikan mereka dalam gerakan, melakukan tindakan perubahan. Dengan demikian teologi pembebasan menggunakan refleksi dan aksi. Refleksi terhadap situasi yang sedang dihadapi memberikan peluang mempertimbangkan berbagai situasi dalam cara yang berbeda. Refleksi juga mendorong mereka untuk melihat faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi situasi mereka. Tujuan proses refleksi bukan hanya untuk meningkatkan kesadaran terhadap situasi, tetapi juga memberikan pilihan-pilihan untuk mengubahnya. Proses penyadaran secara luas berlangsung dalam komunitas-komunitas basis. Komunitas basis memberi lingkungan yang aman kepada mereka untuk membagikan pengalaman dan perjuangan mereka. Dengan bekerjasama, anggota-anggota komunitas basis menemukan faktor-faktor sosial politik yang mempengaruhi perjuangan mereka. Dari sini kita melihat bahwa tujuan permberdayaan adalah menolong orang untuk mengambil tindakan konkret untuk mengubah situasi mereka.</p>
<p>Teologi pembebasan adalah penegasan paradigma penyelamatan Allah. Teologi pembebasan adalah bagian dari seruan agama untuk membela keadilan dan kesejahteraan manusia. Teologi pembebasan muncul sebagai counter balik terhadap ideologi yang merusak tatanan kehidupan masyarakat. Teologi pembebasan di Amerika Latin merupakan bagian dari gerakan para agamawan melawan hegemoni kekuasaan negara. Dengan demikian, mengembangkan teologi pembebasan berarti mendorong perjuangan rakyat demi kemanusiaan, melakukan perubahan ke arah keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Teologi pembebasan memperjuangkan hak keadilan bagi masyarakat miskin, tertindas, tersisih, dan terpinggirkan. Teologi pembebasan sangat relevan di negara-negara dunia ketiga dalam melawan negara yang kuat dan hegemoni kapitalis.</p>
<p>Teologi pembebasan berusaha memantulkan kemuliaan Allah dalam kemanusiaan yang dipulihkan menuju kehidupan yang penuh. Tetapi kemanusiaan tidak akan dipulihkan secara penuh kalau penindasan terhadap kaum miskin tidak diatasi.</p>
<p>Praksis, kontemplasi, dan aksi pembebasan merupakan titik tolak refleksi teologi pembebasan, yang dibantu dengan analisis mengenai situasi kehidupan, menuju praksis baru. Teologi pembebasan dapat disebut sebagai teologi kontekstual dengan kepedulian pembebasan pada kaum miskin dan tertindas.</p>
<p>Menurut Gustavo Gutierrez teologi pembebasan lahir sebagai salah satu usaha mencari sumbangan positif gereja pada masyarakat sehingga iman dirasakan relevan untuk hidup kemasyarakatan. Dalam teologi pembebasan praksis merupakan unsur yang sangat penting. Praksis adalah praksis untuk pembebasan manusia. Pembebasan yang dimaksud bukan saja pembebasan dari kendala sosial, politik, ekonomi, dan budaya di dunia, melainkan pembebasan yang utuh dan menyeluruh sebgaimana manusia dicintai Tuhan Allah untuk berpartisipasi dalam citraNya. Bagi Gutierrez, pembebasan bukan saja sebuah proses, melainkan juga sebuah matriks berbagai tataran arti yang saling bertautan. Pertama, pembebasan ekonomi, sosial, dan politik. Kedua, pembebasan manusiawi, yang menciptakan manusia baru dalam masyarakat solidaritas yang baru. Ketiga, pembebasan dari dosa dan masuk dalam persekutuan dengan Tuhan Allah dan semua manusia</p>
<p>Dari uraian di atas kita melihat bahwa teologi pembebasan merupakan salah satu sumber inspirasi yang mendorong kita dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaan sosial. Dalam pemahaman teologi pembebasan kita memahami keterlibatan dan komitmen pemikiran dan kerja untuk pengentasan kemisikinan dan perjuangan keadilan adalah tuntutan keberimanan. Yesus berkata dalam Lukas 4:18-19: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitahukan tahun rahmat Tuhan telah datang. Keprihatinan teologi pembebasan ini sejalan dengan cita-cita kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial. Tidaklah salah, kalau kita menyebutnya sebagai teologi-teologi yang berorientasi kerakyatan, teologi-teologi dari kacamata rakyat miskin dan tertindas. Solidaritas pada penderitaan sesama manusia dan optimisme pada perubahan dalam kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik menjadi dasar sekaligus pendorong. Pekerjaan sosial lahir sebagai bentuk solidaritas kepada penderitaan sesama manusia.Agar pekerjaan tersebut benar-benar memiliki makna, setiap agen-agen perubahan sosial perlu mencari sumber-sumber inspirasi sehingga memantapkan gerak langkahnya untuk terus menggeluti pekerjaan sosial. Dalam kerangka itulah, penulis melihat teologi pembebasan sebagai salah satu sumber inspirasi yang sangat penting.</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Sumber: Notatema Gea</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Ditulis: www.forniha.com<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meimantelaumbanua.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meimantelaumbanua.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meimantelaumbanua.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meimantelaumbanua.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=184&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/memaknai-teologi-pembebasan-dalam-pekerjaan-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a436a25202e00be9751bd655e87c02a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Meiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengorganisasian Komunitas</title>
		<link>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/pengorganisasian-komunitas/</link>
		<comments>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/pengorganisasian-komunitas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 13:03:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meimantelaumbanua</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meimantelaumbanua.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Pengorganisasian sebenarnya bukan kata yang awam baik dikalangan akademisi, maupun dikalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Kata pengorganisasian pertama sekali saya dengar pada tahun 1999 dikota Medan, kala itu saya bekerja disalah satu perusahaan. Di perusahaan itu banyak hak-hak normative buruh tidak diberikan perusahaan termasuk mengenai hak cuti hait bagi perempuan, sehingga salah satu lembaga swadaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=182&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:small;">Pengorganisasian sebenarnya bukan kata yang awam baik dikalangan akademisi, maupun dikalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Kata pengorganisasian pertama sekali saya dengar pada tahun 1999 dikota Medan, kala itu saya bekerja disalah satu perusahaan.</p>
<p>Di perusahaan itu banyak hak-hak normative buruh tidak diberikan perusahaan termasuk mengenai hak cuti hait bagi perempuan, sehingga salah satu lembaga swadaya masyarakat yang ada di kota medan melakukan pengorganisasian kepada komunitas buruh yang bekerja di perusahaan tersebut untuk melakukan perlawanan menuntuk hak-haknya yang tidak diberikan oleh perusahaan. Inilah awal saya mulai mengenal dan menggeluti pengorganisasian bagi komunitas.  Dalam pengeorganisasian komunitas yang saya lakukan baik kepada komunitas buruh maupun kepada komunitas petani, saya mengenal 10 (sepuluh langkah pengorganisasian). Kesepuluh langkah pengorganisasian tersebut ialah :</p>
<p>1.	INTERGRASI SOSIAL<br />
Integrasi sosial adalah sebuah langkah awal yang harus dilakukan oleh seorang organiser dalam memulai pengorganisasian. Dalam intergrasi social tahap yang harus dilakukan yakni, membangun kontak person, hidup bersama dengan komunitas. Tujuannya adalah agar ia dapat diterima oleh masyarakat itu.</p>
<p>2.	INVESTIGASI SOSIAL:<br />
Investigasi sosial merupakan sebuah proses pembelajaran dan analisa yang sistematis mengenai struktur sosial-budaya dan kekuatan atau potensi yang terdapat di target masyarakat yang diorganisir. Dari proses ini diharapkan menghasilkan data terolah yang mampu menggambarkan potret masyarakat yang diorganisir.</p>
<p>3.	MEMBANGUN RENCANA &amp; STRATEGI<br />
Perencanaan merupakan sebuah proses untuk mengidentifikasi tujuan dan menterjemahkan tujuan tersebut ke dalam kegiatan yang nyata/konkret dan spesifik. Perencanaan akhir dan pengambilan keputusan akhir dilakukan oleh komunitas yang diorganisir.</p>
<p>4.	ANALISA MASALAH<br />
Proses penajaman dari langkah pengorganisasian, merupakan proses diskusi dan saling percaya . Pendekatan yang dilakukan bukan lagi orang per orang tetapi sudah dengan melakukan kelompok-kelompok kecil dengan melakukan dialog mengenai pandangan, impian, analisis, kepercayaan, prilaku yang berkaitan dengan isu/persoalan yang dikeluhkan oleh komunitas. Proses ini bertujuan untuk memastikan keterlibatan kelompok dalam melakukan analisa, pemecahan masalah, dan aksi bersama untuk memecahkan permasalahan tersebut.</p>
<p>5.	RAPAT-RAPAT<br />
Setelah melakukan analisa masalah, harus dilakukan rapat-rapat/diskusi bersama dengan komunitas, hal ini dilakukan untuk melakukan klarifikasi dari data data yang sudah dihasilkan melalui analisa</p>
<p>6.	BERMAIN PERAN<br />
Merupakan sebuah proses dimana anggota kelompok di aras komunitas melakukan simulasi peran melalui dialog, diskusi, lobi, negoisasi, atau bahkan konfromtrasi dalam sebuah studi kasus terkait dengan isu yang diangkat. Berbagai skenario sebaiknya didesain sehingga memberikan proses pembelajaran bagi komunitas dalam proses penyelesaian masalah.</p>
<p>7.	KEGIATAN:<br />
Merupakan sebuah langkah aksi dari komunitas untuk mencoba menyelesaikan permasalahan yang muncul. Bekaitan dengan isu yang diangkat mungkin ini bisa berupa negoisasi dan atau dialog disertai dengan taktik-taktik yang telah dipersiapkan. Terkait dengan permasalahan Ekonomi, Sosial maupun issue lain. Kegiatan ini bisa berupa tindakan mobilisasi anggota dalam komunitas untuk berpartisipasi dalam memulai kegiatan-kegiatan yang dapat menyelesaiakan permasalahan mereka.</p>
<p>8.	MEMBANGUN ORGANISASI RAKYAT<br />
tujuan dari pengorganisasian komunitas salah satunya adalah membangun organisasi rakyat yang kokoh sehingga mampu menjadi media yang dapat menjembatani segala persoalan dan aspirasi yang ada di aras komunitas. Proses untuk menentukan pemimpin organisasi, peran-peran dalam organisasi disepati secara demokratis. Demikian juga budaya organisasi dan kesiapan manajemen juga diinisiasi untuk menjamin keberlanjutan organisasi</p>
<p>9.	EVALUASI</p>
<p>Sebuah proses dimana anggota kelompok menilai tentang proses pembelajaran, apa yang mereka dapat dari serangkaian kegiatan yang dilakukan, apa yang tidak diraih terkait dengan indikator / hasil yang ditetapkan dalam perencanaan, apa kelebihan dan kelemahan dari proses pelaksanaan aksi yang telah dilakukan dan bagaimana cara meminimalkan segala kelemahan dan kesalahan yang telah dilakukan.</p>
<p>10.	REFLEKSI</p>
<p>Sebuah langkah yang seringkali dianggap sepele tetapi disinilah kekuatan spirit sebuah gerakan dalam proses pengorganisasian. Proses refleksi adalah sebuah proses dimana dimensi rasa lebih mengutama untuk kemudian mendorong proses kesadaran diri dari anggota kelompok dalam komunitas. Dalam refleksi, proses pencerahan yang terjadi di masing-masing anggota kelompok di aras komunitas dibagikan berbasis pada pengalaman mereka ketika berproses pada saat melakukan aksi.</p>
<p>Tujuan Pengorganisasian Komunitas</p>
<p>Membangun kekuatan masyarakat: Pengorganisasian komunitas bertujuan untuk mendorong secara efektif modal sosial masyarakat agar mempunyai kekuatan untuk menyelesaikan permasalahannya secara mandiri. Melalui proses CO, masyarakat diharapkan mampu belajar untuk menyelesaikan ketidakberdayaannya dan mengembangkan potensinya dalam mengontrol lingkungannya dan memulai untuk menentukan sendiri nasibnya di masa depan. Hal itu merupakan perwujudan progresif dari kemampuan yang mereka miliki dan kemampuan untuk mempengaruhi sejarah yang secara dramatis menghilangkan proses dehumanisasi. Sedang dalam proses menghadapi struktur dan institusi yang menekankan (mereka), orang-orang diubah dari obyek dehumanisasi ke dalam manusia [siapa] yang menyatakan [hak/ kebenaran] mereka, menentukan tujuan mereka dan berdiri dengan martabat secara keseluruhan manusia.</p>
<p>Memperkokoh kekuatan komunitas basis: Pengorganisasian komunitas bertujuan untuk membangun dan menjaga keberlanjutan sebuah organisasi yang kokoh yang dapat memberikan pelayanan terhadap permasalahan-permasalahan dan aspirasi di aras komunitas. Organisasi di aras komunitas dapat menjamin tingkat partisipasi, pada saat bersamaan, mengembangkan dan memperjumpakan dengan organisasi atau kelompok lain untuk semakin memperkokoh kekuatan komunitas. Membangun<br />
jaringan: kelompok organisasi di aras komunitas dan seorang community organizer harus membangun dan tergabung dalam aliansi-aliansi strategis untuk menambah proses pembelajaran dan menambah kekuatan diri. Dalam proses pengorganisasian komunitas, ada beberapa nilai yang harus dibangun yakni:</p>
<p>1.	Mulai dari apa yang ada<br />
Proses pengorganisasian berawal dan dibangun di tingkat lokal, kecil, terdapat isu konkret yang digali di aras komunitas dimana sekelompok orang mau terlibat. Menekankan pada intensitas dan persiapan yang matang dari sekian banyak orang terlibat. Keterlibatan tersebut mulai dari identifikasi isu, pengambilan keputusan, evaluasi, dan refleksi dari proses yang telah dijalani bersama. Pengorganisasian komunitas merupakan sebuah proses dinamis, berkelanjutan dan bisa dikembangkan ke langkah-langkah selanjutnya dari lingkup lokal sampai ke lingkup nasional bahkan internasional, dan dari isu yang konkret ke isu yang lebih makro bahkan global.</p>
<p>2.	Membangun kesadaran  melalui proses belajar dari pengalaman<br />
Inti dari proses pengorganisasian komunitas adalah pengembangan kesadaran dan pemahaman untuk bertindak sesuai dengan kenyataan. Conscientisasi (ketersadaran) tidak bisa dicapai melalui mekanisme hafalan yang biasa diterapkan oleh sistem pendidikan bermodel bank system menganggap manusia sebagai obyek yang pikirannya bisa diisi apa saja-. Pencapaian ketersadaran diperoleh melalui tindakan dengan belajar dari pengalaman-pengalaman hidup. Oleh karena itu, pengorganiasian komunitas memberikan penekanan pada proses belajar dengan melakukan pencarian kebenaran dan pencerahan secara terus menerus melalui media-media aktivitas bersama. Sesuatu yang benar sekarang belum tentu benar untuk masa yang akan datang, manusia dituntut untuk terus mencari kebenaran yang hakiki dari proses dialektika antara teori dan praktek.</p>
<p>3.	Keterlibatan dan Keteladanan<br />
Community organizer (CO) dalam pengorganisasian komunitas mempunyai kecenderungan untuk membela yang lemah/miskin, yang tidak berdaya dan tertindas. Tetapi sikap tersebut tidaklah cukup. Perubahan harus dicapai melalui suatu proses partisipatif dimana keseluruhan masyarakat terlibat untuk mempunyai pengalaman dalam mengorganisir.</p>
<p>4.	Kepemimpinan<br />
Mereka yang melakukan pengorganisasian komunitas bukanlah pemimpin, juga bukan individu dan kepribadian. Community organizer (CO) adalah pusat dari kelompok, tetapi tidak berorientasi untuk menjadi pemimpin. Pemimpin sebaiknya teridentifikasi, muncul dan telah diuji dalam tindakan dan bukan terpilih karena kekuatan dari luar kelompok. Pemimpin harus mampu mempertanggungjawabkan tindakannya pada publik.</p>
<p>Sumber : Filemon La’ia</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Ditulis: www.forniha.com<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meimantelaumbanua.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meimantelaumbanua.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meimantelaumbanua.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meimantelaumbanua.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=182&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/pengorganisasian-komunitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a436a25202e00be9751bd655e87c02a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Meiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dimana Letak Bahagia Anda?</title>
		<link>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/dimana-letak-bahagia-anda/</link>
		<comments>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/dimana-letak-bahagia-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 12:55:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meimantelaumbanua</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Lain-Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meimantelaumbanua.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Tempat untuk berbahagia itu ada di sini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia&#8221; &#8211; Robert G. Ingersoll Apakah anda saat ini merasa bahagia? Di mana letak kebahagiaan Anda sesungguhnya? Apakah pada moleknya tubuh? ..Jelitanya rupa? Tumpukan harta? &#8230;.atau barangkali punya mobil mewah &#38; tingginya jabatan? Jika itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=180&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Tempat untuk berbahagia itu ada di<br />
sini. Waktu untuk berbahagia itu kini.<br />
Cara untuk berbahagia ialah dengan<br />
membuat orang lain berbahagia&#8221;<br />
&#8211; Robert G. Ingersoll</p>
<p>Apakah anda saat ini merasa bahagia?</p>
<p>Di mana letak kebahagiaan Anda<br />
sesungguhnya? Apakah pada moleknya<br />
tubuh? ..Jelitanya rupa? Tumpukan<br />
harta?</p>
<p>&#8230;.atau barangkali punya mobil mewah &amp;<br />
tingginya jabatan?</p>
<p>Jika itu semua sudah Anda dapatkan,<br />
apakah Anda bisa memastikan bahwa<br />
Anda *akan* bahagia?</p>
<p>Hari ini saya akan mengajak Anda untuk<br />
melihat, kalau limpahan harta tidak<br />
selalu mengantarkan pada kebahagiaan</p>
<p>Dan ini kisah nyata&#8230;</p>
<p>Ada delapan orang miliuner yang memiliki<br />
nasib kurang menyenangkan di akhir<br />
hidupnya. Tahun 1923, para miliuner<br />
berkumpul di Hotel Edge Water Beach<br />
di Chicago, Amerika Serikat. Saat itu,<br />
mereka adalah kumpulan orang-orang yang<br />
sangat sukses di zamannya.</p>
<p>Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25<br />
tahun sesudahnya! Saya akan menyebutnya<br />
satu persatu :</p>
<p>=&gt; Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel,<br />
perusahaan besi baja ternama waktu itu.</p>
<p>Dia mengalami kebangkrutan total,<br />
hingga harus berhutang untuk membiayai<br />
5 tahun hidupnya sebelum meninggal.</p>
<p>=&gt; Richard Whitney, President New York<br />
Stock Exchange. Pria ini harus<br />
menghabiskan sisa hidupnya dipenjara<br />
Sing Sing.</p>
<p>=&gt; Jesse Livermore (raja saham &#8220;The<br />
Great Bear&#8221; di Wall Street), Ivar<br />
Krueger (CEO perusahaan hak cipta),<br />
Leon Fraser (Chairman of Bank of<br />
International Settlement), ketiganya<br />
memilih mati bunuh diri.</p>
<p>=&gt; Howard Hupson, CEO perusahaan gas<br />
terbesar di Amerika Utara. Hupson<br />
sakit jiwa dan meninggal di rumah<br />
sakit jiwa.</p>
<p>=&gt; Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung<br />
terbesar di dunia, meninggal di<br />
negeri orang lain.</p>
<p>=&gt; Albert Fall, anggota kabinet<br />
presiden Amerika Serikat, meninggal<br />
di rumahnya ketika baru saja keluar<br />
dari penjara.</p>
<p>Kisah di atas merupakan bukti, bahwa<br />
kekayaan yang melimpah bukan jaminan<br />
akhir kehidupan yang bahagia!</p>
<p>Kebahagiaan memang menjadi faktor yang<br />
begitu didambakan bagi semua orang.</p>
<p>Hampir segala tujuan muaranya ada pada<br />
kebahagiaan. Kebanyakan orang baru bisa<br />
merasakan *hidup* jika sudah menemukan<br />
kebahagiaan.</p>
<p>Pertanyaannya, di mana kita bisa<br />
mencari kebahagiaan?</p>
<p>Apakah di pusat pertokoan? Salon<br />
kecantikan yg mahal? Restoran mewah?<br />
Di Hawaii? di Paris? atau di mana?</p>
<p>Sesungguhnya, kebahagiaan itu tdk perlu<br />
dicari kemana-mana&#8230; karena ia ada<br />
di hati setiap manusia.</p>
<p>Carilah kebahagiaan dalam hatimu!<br />
Telusuri &#8216;rasa&#8217; itu dalam kalbumu!<br />
Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana&#8230;</p>
<p>Hari ini saya akan berbagi tips<br />
bagaimana kita sesungguhnya bisa<br />
mendapatkan kebahagiaan *setiap hari*.</p>
<p>Berikut adalah tips yang bisa Anda<br />
lakukan:</p>
<p>1. Mulailah Berbagi!</p>
<p>Ciptakan suasana bahagia dengan cara<br />
berbagi dengan orang lain. Dengan cara<br />
berbagi akan menjadikan hidup kita<br />
terasa lebih berarti.</p>
<p>2. Bebaskan hati dari rasa benci,<br />
bebaskan pikiran dari segala<br />
kekhawatiran.</p>
<p>Menyimpan rasa benci, marah atau dengki<br />
hanya akan membuat hati merasa tidak<br />
nyaman dan tersiksa.</p>
<p>3. Murahlah dalam memaafkan!</p>
<p>Jika ada orang yang menyakiti, jangan<br />
balik memaki-maki. Mendingan berteriak<br />
&#8220;Hey! Kamu sudah saya maafkan!!&#8221;.</p>
<p>Dengan memiliki sikap demikian, hati<br />
kita akan menjadi lebih tenang, dan<br />
amarah kita bisa hilang. Tidak percaya?<br />
Coba saja! Saya sering melakukannya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>4. Lakukan sesuatu yang bermakna.</p>
<p>Hidup di dunia ini hanya sementara.<br />
Lebih baik Anda gunakan setiap waktu<br />
dan kesempatan yang ada untuk melakukan<br />
hal-hal yang bermakna, untuk diri<br />
sendiri, keluarga, dan orang lain.</p>
<p>Dengan cara seperti ini maka<br />
kebahagiaan Anda akan bertambah dan<br />
terus bertambah.</p>
<p>5. Dan yang terakhir, anda jangan<br />
terlalu banyak berharap pada orang<br />
lain, nanti Anda akan kecewa!</p>
<p>Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung<br />
jawab masing-masing, bukan tanggung<br />
jawab teman, keluarga, kekasih, atau<br />
orang lain.</p>
<p>Lebih baik kita perbanyak harap hanya<br />
kepada Yang Maha Kasih dan Kaya.</p>
<p>Karena Dia-lah yang menciptakan kita,<br />
dan Dia-lah yang menciptakan segala<br />
&#8216;rasa&#8217;, termasuk rasa bahagia yang<br />
selalu Anda inginkan. ^_^&#8217;</p>
<p>Ditulis: Anne Ahira</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meimantelaumbanua.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meimantelaumbanua.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meimantelaumbanua.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meimantelaumbanua.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=180&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/dimana-letak-bahagia-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a436a25202e00be9751bd655e87c02a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Meiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sempatkan Untuk Mendengar</title>
		<link>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/sempatkan-untuk-mendengar/</link>
		<comments>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/sempatkan-untuk-mendengar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 12:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meimantelaumbanua</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Lain-Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meimantelaumbanua.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Teman&#8230; Mendengarlah dengan sabar, maka kita akan menemukan banyak hikmah dari yang disampaikan orang lain kepada kita&#8221; Banyak orang bisa &#8216;berkata&#8217;, namun sedikit yang mau &#8216;mendengar&#8217;. Padahal jika kita mau kembali ke hukum alam, seharusnya kita harus lebih banyak mendengar daripada bicara. Bukankah Tuhan memberi kita dua telinga dan hanya satu mulut? Begitupun jika kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=178&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Teman&#8230; Mendengarlah dengan sabar, maka<br />
kita akan menemukan banyak hikmah dari<br />
yang disampaikan orang lain kepada kita&#8221;</p>
<p>Banyak orang bisa &#8216;berkata&#8217;, namun<br />
sedikit yang mau &#8216;mendengar&#8217;.</p>
<p>Padahal jika kita mau kembali ke hukum<br />
alam, seharusnya kita harus lebih<br />
banyak mendengar daripada bicara.<br />
Bukankah Tuhan memberi kita dua<br />
telinga dan hanya satu mulut? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Begitupun jika kita saksikan pada bayi<br />
yang baru lahir. Indra pendengaran<br />
lebih dulu berfungsi daripada yang<br />
lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih<br />
susah daripada berbicara?</p>
<p>Meski secara kasat mata mendengar<br />
adalah hal yang gampang, namun nyatanya<br />
banyak orang yang lebih suka<br />
didengarkan daripada mendengarkan.<br />
Mendengarkan merupakan bagian esensi<br />
yang menentukan komunikasi efektif.<br />
Tanpa kemampuan mendengar yang bagus,<br />
biasanya akan muncul banyak masalah.</p>
<p>Yang sering terjadi, kita merasa bahwa<br />
kitalah yang paling benar. Kita tidak<br />
tertarik untuk mendengarkan opini yang<br />
berbeda dan hanya tergantung pada cara<br />
kita.</p>
<p>Selalu merasa benar, paling kompeten,<br />
dan tidak pernah melakukan kesalahan.<br />
Duh&#8230; malaikat kali! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jika kita selalu merasa bahwa diri kita<br />
benar, dan cara kitalah yang paling<br />
tepat, itu berarti kita tidak pernah<br />
mendengarkan.</p>
<p>Ide dan opini kita sangat sukar untuk<br />
diubah jika fakta tidak mendukung<br />
keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta<br />
pun kita mungkin hanya akan sekedar<br />
meliriknya saja.</p>
<p>Mungkin saat ini kita nyaman dengan<br />
cara kita, tapi untuk jangka waktu yg<br />
panjang, orang-orang akan menolak dan<br />
membenci kita.</p>
<p>Jika kita mau mulai mendengarkan<br />
orang lain, maka suatu saat kita akan<br />
menyadari kesalahan kita. Jawaban<br />
untuk mengatasi sifat ini adalah<br />
mengasah skill mendengar aktif.</p>
<p>Mendengar tidak selalu dengan tutup<br />
mulut, tapi juga melibatkan partisipasi<br />
aktif kita. Mendengar yang baik bukan<br />
berharap datangnya giliran berbicara.</p>
<p>Mendengar adalah komitmen untuk<br />
memahami pembicaraan dan perasaan lawan<br />
bicara kita. Ini juga sebagai bentuk<br />
penghargaan bahwa apa yang orang lain<br />
bicarakan adalah bermanfaat untuk kita.<br />
Pada saat yang sama kita juga bisa<br />
mengambil manfaat yang maksimal dari<br />
pembicaraan tersebut.</p>
<p>Seni mendengar dapat membangun sebuah<br />
relationship. Jika kita melakukannya<br />
dengan baik, orang-orang akan tertarik<br />
dengan kita dan interaksi kita akan<br />
semakin harmonis.</p>
<p>Berikut teknik mudah yang dapat<br />
Anda praktekkan dengan sangat<br />
wajar untuk menjadi seorang pendengar<br />
yang baik :</p>
<p>1. Peliharalah kontak mata dengan baik.<br />
Ini menunjukkan kepada lawan bicara<br />
tentang keterbukaan dan kesungguhan<br />
kita</p>
<p>2. Condongkan tubuh ke depan.<br />
Ini menunjukkan ketertarikan kita<br />
pada topik pembicaraan. Cara ini<br />
juga akan mengingatkan kita untuk<br />
memiliki sudat pandang yang lain,<br />
yaitu tidak hanya fokus pada diri<br />
kita.</p>
<p>3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang<br />
butuh klarifikasi atau ada informasi<br />
baru yang perlu kita selidiki dari<br />
lawan bicara kita.</p>
<p>4. Buat selingan pembicaraan yang<br />
menarik. Hal ini bisa membuat<br />
percakapan lebih hidup dan tidak<br />
monoton.</p>
<p>5. Cuplik atau ulang beberapa kata<br />
yang diucapkan oleh lawan bicara kita.<br />
Ini menunjukkan bahwa kita memang<br />
mendengarkan dengan baik hingga hapal<br />
beberapa cuplikan kata.</p>
<p>6. Buatlah komitmen untuk memahami<br />
apa yang ia katakan, meskipun kita tidak<br />
suka atau marah. Dari sini kita akan<br />
mengetahui nilai-nilai yang diterapkan<br />
lawan bicara kita, yang mungkin berbeda<br />
dengan nilai yang kita terapkan.</p>
<p>Dengan berusaha untuk memahami, bisa<br />
jadi kita akan menemukan sudut pandang,<br />
wawasan, persepsi atau kesadaran baru,<br />
yang tidak terpikirkan oleh kita<br />
sebelumnya.</p>
<p>Seorang pendengar yang baik sebenarnya<br />
hampir sama menariknya dengan pembicara<br />
yang baik. Jika kita selalu pada pola<br />
yang benar untuk jangka waktu tertentu,<br />
maka suatu saat kita akan merasakan<br />
manfaatnya.</p>
<p>Prosesnya mungkin akan terasa lama dan<br />
menjemukan, tapi lama-kelamaan akan<br />
terasa berharganya upaya yang telah<br />
kita lakukan. Kita akan merasa lebih<br />
baik atas diri kita, hubungan kita,<br />
teman-teman kita, anak-anak kita,<br />
maupun pekerjaan.</p>
<p>Kesimpulan: Jadilah pendengar yang<br />
baik, karena sifat ini bisa menjadi<br />
kunci untuk mengembangkan pikiran<br />
yang positif, dan merupakan salah satu<br />
tangga bagi Anda untuk mencapai kesuksesan! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ditulis: Anne Ahira</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meimantelaumbanua.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meimantelaumbanua.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meimantelaumbanua.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meimantelaumbanua.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=178&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/sempatkan-untuk-mendengar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a436a25202e00be9751bd655e87c02a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Meiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keuntungan Pendengar yang Baik</title>
		<link>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/keuntungan-pendengar-yang-baik/</link>
		<comments>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/keuntungan-pendengar-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 12:51:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meimantelaumbanua</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Lain-Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meimantelaumbanua.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Edgar Watson Howe berkata, “Tak seorang pun mau mendengarkan Anda bicara kalau ia tidak tahu bahwa selanjutnya adalah gilirannya untuk berbicara” Artinya, dimana saja kita akan menemukan banyak orang yang lebih senang berbicara daripada menjadi pendengar yang baik. (Amsal 18:15) Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan. Firman Tuhan mengajarkan kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=176&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Edgar Watson Howe berkata, “Tak seorang pun mau mendengarkan Anda bicara kalau ia tidak tahu bahwa selanjutnya adalah gilirannya untuk berbicara” Artinya, dimana saja kita akan menemukan banyak orang yang lebih senang berbicara daripada menjadi pendengar yang baik.</p>
<p>(Amsal 18:15) Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.</p>
<p>Firman Tuhan mengajarkan kita tentang hukum membangun hubungan, bahwasanya adalah lebih baik banyak mendengar dari pada berkata-kata. “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.” (Ams 10:19). Jika kita mau mencermati, maka kita akan menemukan kebenaran bahwa kita tidak akan belajar apapun jika kita terus menerus berbicara, tanpa memberi kesempatan pada orang lain untuk berbicara. Setidaknya ada lima manfaat yang kita dapatkan jika kita mau mengembangkan seni mendengarkan dengan baik.</p>
<p>Pertama, dengan mendengar kita sedang mengembangkan kemampuan untuk menghormati sesama. Sikap yang menghormati tercermin ketika kita dengan baik mendengarkan orang yang sedang berbicara kepada kita. Bayangkan, jika kita sedang berbicara dan lawan bicara kita sibuk memainkan handphone, membuka buku, memperbaiki make up-nya, bersiul-siul, atau pandangannya kosong karena pikirannya melayang-layang. Apakah semua itu menunjukan bahwa ia menghargai kita? Orang yang tahu menghargai sesamanya akan memberi perhatian pada orang yang sedang berbicara kapadanya.</p>
<p>Kedua, dengan mendengarkan kita sedang membangun hubungan yang baik dengan sesama. Jika kita menjadi pendengar yang baik maka kita akan mampu membangun hubungan yang akrab dengan banyak orang. Orang akan membuka diri karena ia menemukan orang yang dibutuhkannya, yaitu kita yang siap dan mau dengan baik mendengarkannya.</p>
<p>Ketiga, dengan mendengar kita sedang meningkatkan pengetahuan dan berpeluang mendapatkan ide ide. Ketika kita mendengar dengan baik, kita mendapatkan kesempatan untuk menyimak dan mengingat point-point yang bisa dijadikan pelajaran dari apa yang diungkapkan orang lain kepada kita. Jika kita memberi kesempatan kepada sesama untuk mengemukakan pemikiran-pemikiran nya dan kita mendengarkan dengan pikiran yang terbuka, maka di pikiran kita akan mengalir ide-ide baru.</p>
<p>Keempat, dengan mendengar kita sedang membangun loyalitas. Jika kita tidak dengan baik mendengarkan pasangan, anak-anak, karyawan, atau kolega kita, maka mereka akan menjauhi kita dan mencari orang yang mau mendengarkan mereka. Tapi jika kita memberi hati dan perhatian, maka mereka akan mencari dan mempercayai kita.</p>
<p>Kelima, dengan mendengar kita sedang membantu sesama. Setidaknya, jika kita belum memperoleh manfaat untuk diri sendiri, kita sudah membantu sesama.</p>
<p>DOA: Bapa, aku menyadari bahwa tidak mudah memberikan hati dan telinga untuk mendengarkan sesamaku, tapi aku berdoa agar Engkau memampukanku. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meimantelaumbanua.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meimantelaumbanua.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meimantelaumbanua.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meimantelaumbanua.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=176&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/keuntungan-pendengar-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a436a25202e00be9751bd655e87c02a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Meiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menegur dengan Kasih &amp; Try Again</title>
		<link>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/menegur-dengan-kasih-try-again/</link>
		<comments>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/menegur-dengan-kasih-try-again/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 12:49:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meimantelaumbanua</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Lain-Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meimantelaumbanua.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Yang dimaksud dengan menegur adalah memberi teguran, menasehati, mendidik dan mengingatkan. Sikap orang dalam menerima teguran bermacam-macam. Ada yang menerima dengan senang hati, ada yang biasa-biasa saja, ada yang mengiyakan hanya untuk mempercepat proses pembicaraan, ada yang menolak dengan tegas, ada yang berkelit, bahkan ada yang tersinggung dan marah, serta masih banyak lagi reaksi lainnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=174&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang dimaksud dengan menegur adalah memberi teguran, menasehati, mendidik dan mengingatkan. Sikap orang dalam menerima teguran bermacam-macam. Ada yang menerima dengan senang hati, ada yang biasa-biasa saja, ada yang mengiyakan hanya untuk mempercepat proses pembicaraan, ada yang menolak dengan tegas, ada yang berkelit, bahkan ada yang tersinggung dan marah, serta masih banyak lagi reaksi lainnya.</p>
<p>Beberapa kebenaran yang perlu kita ketahui saat menegur orang lain:<br />
1. Menegur haruslah dilandasi dengan kasih. Memang terdapat resiko orang yang ditegur menjadi tidak menyukai kita, tetapi kalau memang ia perlu ditegur, tegurlah!</p>
<p>Mengasihi bukan berarti harus selalu setuju, harus selalu mengiyakan, harus selalu tersenyum manis. Untuk mengasihi diperlukan teguran yang dibungkus dengan kejujuran dan keterusterangan, tanpa pura-pura.</p>
<p>Menegur yang dilandasi oleh kasih akan menutupi pelanggaran orang tersebut. Orang yang ditegur dengan kasih akan lebih mudah menerima teguran yang ditujukan kepadanya dan akibatnya kemungkinan untuk yang bersangkutan berubah menjadi lebih besar. Sebaliknya bila kita menegur dengan tidak berlandaskan kasih, hasilnya adalah pertengkaran. Pertengkaran bukanlah tujuan akhir yang ingin kita capai.</p>
<p>2. Menegur haruslah dengan hikmat. Hikmat akan membantu kita untuk memberi teguran yang tepat. Hikmat di sini berarti meliputi teknik, cara, kata-kata, waktu, tempat, serta situasi dan kondisi untuk penyampaian teguran yang tepat.</p>
<p>3. Hasil dari menegur dengan menggunakan hikmat akan berbuah manis. Awalnya mungkin terdapat gesekan, bahkan mungkin dapat menciptakan konflik dengan yang bersangkutan. Namun, kita tetap perlu mengambil resiko ini.</p>
<p>4. Jangan menahan teguran karena takut terhadap resiko gesekan dan konflik.<br />
Salah satu bentuk kasih adalah teguran yang berhikmat. Saat kita tidak melakukan hal ini, kita berarti tidak takut pada Tuhan. Tidak takut pada Tuhan berarti dosa. Jangan takut menegur bila memang diperlukan!</p>
<p>Lalu bagaimana menegur dengan menggunakan hikmat?<br />
1. Menegur dengan lemah lembut. Kelemahlembutan merupakan salah satu buah Roh yang diperlukan (Galatia 5:23). Lemah lembut bukan berarti lemah atau plin-plan. Lemah lembut merupakan sikap hati yang mau mengerti kondisi dan keterbatasan orang lain.</p>
<p>2. Mengetahui dengan jelas orang-orang yang perlu ditegur, orang-orang yang tidak perlu ditegur, saat dan situasi yang tepat untuk menegur. Walaupun saat kita tahu seseorang itu salah, ada saatnya kita perlu menggunakan hikmat. Ya, tidak serta merta kita dapat menegur, bahkan kadang-kadang menahan teguran atau tidak memberikan teguran memerlukan suatu hikmat tersendiri.</p>
<p>Berikut sejumlah ciri-ciri orang yang tidak perlu ditegur atau Anda sebaiknya menahan teguran pada waktu yang lain:</p>
<p>- Orang yang tidak mau mendengarkan teguran dan tidak mempedulikan teguran, bahkan membenci teguran. Orang-orang ini adalah orang yang akan menguras emosi kita. Jadi, jangan habiskan waktu, tenaga, dan emosi untuk orang yang tidak mau mendengar. Bukan karena kita tidak peduli, tetapi memang ada kesempatan lain yang lebih tepat untuk menegur. Cukup bawa orang ini dalam DOA.</p>
<p>- Orang yang gemar bersilat kata. Saat Anda memberi teguran pada orang yang gemar bersilat kata, orang ini akan terus-menerus memberi jawaban dan alasan. Hemat nafas Anda! Hentikan sampai di situ dan bawa orang ini dalam DOA.</p>
<p>Cara-cara menegur adalah demikian:<br />
1. Menegur hanya berdua saja, tidak di depan orang lain. Orang akan lebih mudah menurunkan ego bila ditegur berdua saja tanpa kehadiran orang lain. Pada saat ada orang lain yang hadir, kecenderungan untuk membela diri dan mempertahankan ego akan lebih besar daripada saat hanya berdua.</p>
<p>2. Bila berdua saja tidak mempan, minta bantuan 1 atau 2 orang lain untuk menegur. Ini harus melihat kasusnya juga. Tidak semua kasus dapat diperlakukan sama. Jika memang diperlukan bantuan dari 1 atau 2 orang lain, lakukanlah!</p>
<p>3. Bila setelah minta bantuan dari 1 atau 2 orang tetap tidak mempan juga, minta bantuan lebih banyak orang. Ini hanya perlu dilakukan untuk kasus-kasus yang sangat serius. Untuk kasus-kasus yang dapat mengundang keresahan bagi orang banyak, hal ini perlu dilakukan. Bila yang bersangkutan masih tidak mau mendengarkan teguran, hemat nafas Anda! Cukup bawa yang bersangkutan dalam DOA Anda.</p>
<p>Jadi, Anda siap memberi teguran? Amin.</p>
<p>Try Again</p>
<p>&#8220;Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.&#8221;</p>
<p>Suatu kali ayah Randi sedang melatih anaknya bersepeda di sebuah taman yang ada di depan rumah mereka. Awalnya, sang ayah memegang dari samping sepeda yang dikendarai Randi. Dengan sabar, ia mengajari anaknya itu bagaimana mengayuh sepeda dan menyeimbangkan badan. Namun, tiba-tiba sang ayah melepaskan tangannya dari sepeda, tentu saja Randi yang belum siap ketika itu pun jatuh.</p>
<p>Air mata Randi keluar saat ia melihat ada darah keluar dari kakinya. Perih, itulah yang dirasakannya ketika itu. Sang ayah yang tidak jauh dari jatuh anaknya itu pun hanya tersenyum dan mendatangi Randi yang sedang menangis dan memegang kakinya yang luka. Ia pun mendatangi anaknya dan memegang kakinya. Dengan santai, ia berkata kepada anaknya, &#8220;ah, ini mah gak papa, besok juga lukanya udah kering. Randi, masih mau melanjutkan latihan sepedanya atau tidak?&#8221;</p>
<p>Randi yang mendapat pertanyaan dari sang ayah pun terdiam. Air matanya berhenti saat itu dan pikirannya saat itu berputar. Sambil terisak-isak, ia menganggukkan kepalanya tanda untuk mau latihan. Sang ayah pun mengambil sepeda dan meminta anaknya untuk bangkit kembali. Dengan menahan rasa perih, ia pun menuruti permintaan ayahnya. Sepeda kembali ia dipegang dan Randi pun duduk di jok sepedanya.</p>
<p>Sewaktu sang ayah ingin membantunya untuk mengendarai sepeda, tawaran itu ia tolak. Ia meminta ayahnya untuk berada cukup jauh dari dirinya. Sambil menghela nafas panjang, Randi pun mulai mengayuh sepedanya. Pada ayuhan yang pertama dia begitu senang karena ia bisa mengendalikan sepedanya, tapi itu tidak berlangsung lama dan dia pun terjatuh. Hal itu terus terjadi sampai usahanya yang ke-9.</p>
<p>Pada usahanya yang ke-10, Randi kembali mengambil sepedanya. Dia pun dengan semangat mengangkat sepeda yang telah jatuh ke tanah dan kembali mencoba mengayuh sepedanya. Dan usahanya kali ini berhasil. Randi telah bisa menguasai sepedanya seorang diri. Ia pun menghampiri ayahnya dan mengatakan bahwa ia telah bisa berhasil mengendarai sepeda.</p>
<p>Tuhan menginginkan hal yang sama kepada kita. Walaupun mempunyai kuasa untuk menolong saat kita sedang dalam masa &#8220;jatuh&#8221;, Dia ingin kita tetap berusaha untuk bangkit. Dia mau anak-anakNya menjadi anak yang tangguh; anak-anak yang tidak mudah menyerah oleh keadaan yang sukar; anak-anak yang berkata &#8220;ya&#8221; kepada kebenaran firman Tuhan dan &#8220;tidak&#8221; kepada dosa.</p>
<p>Saat ini Tuhan bertanya kepada Anda, &#8220;apakah engkau mau melanjutkan ujian dari-Ku dan menjadi pemenang sejati?&#8221; jika iya, berusaha terus saat Anda merasa gagal dan jatuh. Percayalah tangan-Nya selalu tersedia dan siap membantu ketika Anda membutuhkannya.</p>
<p>Untuk melihat janji Tuhan digenapi, terkadang Anda harus mengeluarkan usaha yang ekstra.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meimantelaumbanua.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meimantelaumbanua.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meimantelaumbanua.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meimantelaumbanua.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=174&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/menegur-dengan-kasih-try-again/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a436a25202e00be9751bd655e87c02a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Meiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasih Terbesar</title>
		<link>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/kasih-terbesar/</link>
		<comments>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/kasih-terbesar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 12:46:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>meimantelaumbanua</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Lain-Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://meimantelaumbanua.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya…” Pada suatu siang, sebuah peluru mortir mendarat di sebuah panti asuhan di sebuah perkampungan kecil Vietnam. Seorang petugas panti asuhan dan dua orang anak langsung tewas, beberapa anak lainnya terluka, termasuk seorang gadis kecil yang berusia sekitar 8 tahun. Orang-orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=172&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya…”</p>
<p>Pada suatu siang, sebuah peluru mortir mendarat di sebuah panti asuhan di sebuah perkampungan kecil Vietnam. Seorang petugas panti asuhan dan dua orang anak langsung tewas, beberapa anak lainnya terluka, termasuk seorang gadis kecil yang berusia sekitar 8 tahun.</p>
<p>Orang-orang dari kampung tersebut segera meminta pertolongan medis dari kota terdekat. Akhirnya, seorang dokter Angkatan Laut Amerika dan seorang perawat dari Perancis yang kebetulan berada di kota itu bersedia menolong. Dengan membawa Jeep yang berisi obat-obatan dan perlengkapan medis mereka berangkat menuju panti asuhan tersebut.</p>
<p>Setelah melihat keadaan gadis kecil itu, dokter menyimpulkan bahwa anak tersebut sudah dalam keadaan yang sangat kritis. Tanpa tindakan cepat, anak itu akan segera meninggal kehabisan darah. Transfusi darah adalah jalan terbaik untuk keluar dari masa kritis ini.</p>
<p>Dokter dan perawat tersebut segera mengadakan pengujian singkat kepada orang-orang di panti asuhan &#8211; termasuk anak-anak, untuk menemukan golongan darah yang cocok dengan gadis kecil itu. Dari pengujian tersebut ditemukan beberapa orang anak yang memiliki kecocokan darah dengan gadis kecil tersebut.</p>
<p>Sang dokter, yang tidak begitu lancar berberbahasa Vietnam &#8211; berusaha keras menerangkan kepada anak-anak tersebut &#8211; bahwa gadis kecil itu hanya bisa ditolong dengan menggunakan darah salah satu anak-anak itu. Kemudian, dengan berbagai bahasa isyarat, tim medis menanyakan apakah ada di antara anak-anak itu yang bersedia menyumbangkan darahnya bagi si gadis kecil yang terluka parah.</p>
<p>Permintaan itu ditanggapi dengan diam seribu bahasa. Setelah agak lama, seorang anak mengacungkan tangannya perlahan-lahan, tetapi dalam keraguan ia menurunkan tangannya lagi, walaupun sesaat kemudian ia mengacungkan tangannya lagi.</p>
<p>“Oh, terima kasih,” kata perawat itu terpatah-patah. “Siapa namamu ?”</p>
<p>“Heng,” jawab anak itu.</p>
<p>Heng kemudian dibaringkan ke tandu, lengannya diusap dengan alkohol, dan kemudian sebatang jarum dimasukkan ke dalam pembuluh darahnya. Selama proses ini, Heng terbaring kaku, tidak bergerak sama sekali.</p>
<p>Namun, beberapa saat kemudian ia menangis terisak-isak, dan dengan cepat menutupi wajahnya dengan tangannya yang bebas.</p>
<p>“Apakah engkau kesakitan, Heng ?” tanya dokter itu. Heng menggelengkan kepalanya, tetapi tidak lama kemudian Heng menangis lagi, kali ini lebih keras. Sekali lagi dokter bertanya, apakah jarum yang menusuknya tersebut membuatnya sakit, dan Heng menggelengkan kepalanya lagi.</p>
<p>Tetapi tangisan itu tidak juga berhenti, malah makin memilukan. Mata Heng terpejam rapat, sedangkan tangannya berusaha menutup mulutnya untuk menahan isakan tangis.</p>
<p>Tim medis itu menjadi khawatir, pasti ada sesuatu yang tidak beres. Untunglah seorang perawat Vietnam segera datang. Melihat anak kecil itu yang tampak tertekan &#8211; ia berbicara cepat dalam bahasa Vietnam. Perawat Vietnam itu mendengarkan jawaban anak itu dengan penuh perhatian, dan kemudian perawat itu menjelaskan sesuatu pada Heng dengan nada suara yang menghibur.</p>
<p>Anak itu mulai berhenti menangis &#8211; dan menatap lembut mata perawat Vietnam itu beberapa saat. Ketika perawat Vietnam itu mengangguk &#8211; tampak sinar kelegaan menyinari wajah Heng.</p>
<p>Sambil melihat ke atas, perawat itu berkata lirih kepada dokter Amerika tersebut, “Ia mengira bahwa ia akan mati. Ia salah paham. Ia mengira anda memintanya untuk memberikan seluruh darahnya agar gadis kecil itu tetap hidup.”</p>
<p>“Tetapi kenapa ia tetap mau melakukannya ?” tanya sang perawat Perancis dengan heran.</p>
<p>Perawat Vietnam itu kembali bertanya kepada Heng.. dan Heng pun menjawab dengan singkat :</p>
<p>“Ia sahabat saya..”</p>
<p>(Seperti yang ditulis oleh Kolonel dr. John W. Mansur, &#8211; termuat dalam buku “The Missileer”, New York, 2004)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/meimantelaumbanua.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/meimantelaumbanua.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/meimantelaumbanua.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/meimantelaumbanua.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/meimantelaumbanua.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/meimantelaumbanua.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/meimantelaumbanua.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/meimantelaumbanua.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/meimantelaumbanua.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=meimantelaumbanua.wordpress.com&amp;blog=8596226&amp;post=172&amp;subd=meimantelaumbanua&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://meimantelaumbanua.wordpress.com/2009/11/01/kasih-terbesar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a436a25202e00be9751bd655e87c02a7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Meiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
